Teknologi Utama Dalam Pendidikan

Teknologi Utama Dalam Pendidikan

Menurut data terbaru, video untuk pekerjaan rumah terus meningkat; komputasi mobile adalah “di luar titik kritis”; dan kebanyakan anak tidak menggunakan komputer tradisional untuk terhubung ke internet di rumah. Itu hanya tiga dari tren utama yang terungkap dalam Survei Speak Up 2013 dari Project Tomorrow, yang diumumkan CEO Julie Evans pada konferensi FETC 2014 pekan lalu.

1. Akses Pribadi ke Perangkat Seluler

Menurut hasil tahun 2013, siswa sangat memiliki akses ke perangkat mobile pribadi. “Jika ada keraguan di dalam pikiran kita bahwa kita berada di luar titik kritis dalam hal anak-anak membawa komputer di saku baju, ransel atau tas mereka,” katanya, “kita ada di sana.” Secara khusus, kata Evans, 89 persen siswa SMA memiliki akses ke ponsel cerdas yang terhubung dengan Internet, sementara 50 persen siswa di kelas 3 sampai 5 memiliki akses ke jenis perangkat yang sama. Akses siswa SMA ke tablet melampaui 50 persen dan laptop masuk 60 persen. Selain akses pribadi, survei tersebut menemukan sekitar sepertiga siswa memiliki akses ke perangkat (biasanya laptop atau tablet) di sekolah mereka.

2. Konektivitas Internet

Bagi Evans, ini adalah seperangkat statistik yang menarik yang menunjukkan cara siswa umumnya terhubung ke Internet saat berada di rumah. Menurut penelitian tersebut, 64 persen siswa yang disurvei mengidentifikasi perangkat berkemampuan 3G atau 4G sebagai alat utama mereka untuk terhubung ke Internet, dan 23 persen lainnya mengatakan bahwa mereka terhubung melalui TV dengan Internet atau konsol Wii. Ketika ditanya mengapa akses broadband tradisional bukanlah sarana utama konektivitas mereka, siswa mengatakan bahwa ada sedikit pertentangan untuk akses dengan anggota keluarga lainnya melalui perangkat non-tradisional ini.

3. Penggunaan Video untuk Karya Kelas dan Pekerjaan Rumah Tangga

Video adalah alat lain yang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sementara presentasinya terfokus pada siswa, Evans mencatat bahwa 46 persen guru menggunakan video di kelas. Sepertiga siswa mengakses video secara online – melalui inisiatif mereka sendiri – untuk membantu pekerjaan rumah mereka. Evans menyebut ini sebagai “efek Akademi Khan.” Selain itu, 23 persen siswa mengakses video yang dibuat oleh guru mereka.

4. Perangkat Mobile untuk Sekolah

Menurut hasil tahun 2013, siswa memanfaatkan perangkat mobile agar lebih efisien dalam tugas sehari-hari mereka dan untuk mengubah proses belajar mereka sendiri. Enam puluh persen siswa menggunakan perangkat mobile untuk penelitian kapan saja, 43 persen untuk game pendidikan dan 40 persen untuk kolaborasi dengan rekan-rekan mereka. Tiga puluh tiga persen siswa yang disurvei menggunakan perangkat mobile untuk pengingat dan peringatan terkait dengan kehidupan akademis mereka, 24 persen untuk mengambil foto tugas mereka, dan 18 persen untuk polling di kelas.

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *